
Blue Cheese Kelezatan Rasa Terbaik, Begini Cara Buatnya
Blue Cheese Atau Keju Kiru Merupakan Jenis Keju Yang Paling Unik Dan Terkenal Di Dunia Karena Warna Biru Atau Hijau Yang Tersebar Didalamnya. Keju Biru atau Blue Cheese memberikan rasa yang kuat dan karakteristik yang khas. Sejarah Blue Cheese lebih bersifat evolusioner dan berkaitan erat dengan peristiwa alam dan kebetulan. Peristiwa ini yang menghasilkan metode pembuatan keju biru yang dikenal saat ini.
Cerita populer yang sering di kemukakan adalah terkait dengan penemuan keju Roquefort. Keju Roquefort merupakan salah satu varian blue cheese paling terkenal dari Prancis. Di kisahkan bahwa seorang gembala di kawasan Roquefort-sur-Soulzon meninggalkan rotinya dan kejunya di gua. Ketika ia kembali untuk mengambilnya, ia menemukan bahwa kejunya terkontaminasi oleh kapang yang tumbuh di gua tersebut. Meskipun awalnya mungkin terkejut, gembala itu mencoba kejunya dan menemukan bahwa rasa dan aroma yang di hasilkan oleh kapang biru itu sangat enak.
Kemudian, orang-orang di daerah tersebut mulai mempraktikkan teknik ini secara sengaja. Mereka menyadari bahwa kapang tersebut memberikan karakteristik rasa dan aroma yang unik pada keju. Sehingga, dari situlah lahir tradisi pembuatan blue cheese. Sejak saat itu, teknik pembuatan keju biru berkembang pesat dan menjadi bagian integral dari warisan keju dunia. Berbagai varian, seperti Roquefort dari Prancis dan Stilton dari Inggris, muncul dengan ciri khas masing-masing. Dengan demikian, memperkaya dunia kuliner dengan keunikan dan kelezatan dari blue cheese. Meskipun cerita ini mungkin bersifat legendaris dan tidak bisa di pastikan kebenarannya, tetapi konsep penemuan keju biru secara tidak sengaja oleh seorang gembala telah menjadi bagian dari narasi populer mengenai asal mula blue cheese.
Proses Pembuatan Blue Cheese
Proses Pembuatan Blue Cheese di mulai dengan pengumpulan susu dari hewan ternak seperti sapi, domba, atau kambing. Kualitas susu sangat penting, karena akan memengaruhi rasa dan tekstur akhir dari keju. Susu di pasteurisasi untuk membunuh bakteri yang tidak di inginkan dan kemudian di beri kultur bakteri starter. Bakteri ini memainkan peran penting dalam merubah laktosa dalam susu menjadi asam laktat. Sehingga menciptakan kondisi yang mendukung pembekuan keju.
Langkah selanjutnya melibatkan penambahan kapang biru ke dalam campuran susu dan bakteri. Kapang dari genus Penicillium ini memberikan warna biru atau hijau pada keju dan juga mempengaruhi karakteristik rasa dan aroma keju tersebut. Setelah campuran tersebut membentuk gumpalan curd, curd di potong dan di padatkan. Pemotongan dan pemadatan membantu memisahkan whey (cairan) dari curd (padatan), memberikan keju tekstur yang di inginkan.
Proses khusus dalam pembuatan keju biru melibatkan penyuntikan udara ke dalam curd yang sudah di padatkan. Udara membantu pertumbuhan kapang biru di dalam keju dan menciptakan lubang-lubang yang khas pada keju biru. Setelah curd di proses, keju di tempatkan dalam ruang penyimpanan dengan kondisi suhu dan kelembaban yang di kendalikan. Pematangan ini berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, memberikan waktu bagi keju untuk mengembangkan rasa, aroma, dan tekstur yang diinginkan.
Setelah mencapai tingkat kematangan yang di inginkan, keju biru di bersihkan dan di potong ke dalam bentuk yang siap di kemas dan di konsumsi. Pada tahap ini, keju biru telah menghasilkan karakteristiknya yang khas, dengan rasa tajam dan aroma yang unik yang berasal dari kapang biru.