
Bobby Nasution Dari Pengusaha Muda hingga Gubernur Termuda
Bobby Nasution Atau Nama Lengkapnya Muhammad Bobby Afif Nasution Adalah Tokoh Politik Muda Yang Tengah Menarik Perhatian Publik Di Indonesia. Terlahir dari latar belakang keluarga pengusaha, Bobby bukan hanya dikenal sebagai menantu Presiden Joko Widodo. Tetapi juga sebagai pemimpin politik yang berpengaruh di tingkat daerah dari menjadi Wali Kota Medan hingga kini menjabat Gubernur Sumatera Utara pada usia relatif muda.
Bobby Nasution lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 5 Juli 1991, sebagai anak ketiga dalam keluarga Batak Mandailing. Ayahnya pernah menjabat sebagai presiden dan direktur perusahaan perkebunan negara, yang memberi Bobby latar belakang keluarga dengan pengalaman di dunia bisnis.
Semasa kecil hingga remaja, Bobby Nasution berpindah kota mengikuti tugas ayahnya mulai dari Pontianak hingga Bandar Lampung sebelum kemudian menempuh pendidikan tinggi di Institut Pertanian Bogor (IPB). Di sana, ia menyelesaikan studi Sarjana Agribisnis dan kemudian Magister Manajemen. Menunjukkan komitmen awalnya terhadap bidang yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi dan agribisnis.
Perjalanan Karier Bobby Nasution: Dari Pengusaha ke Dunia Politik
Sebelum terjun ke dunia politik, Bobby Nasution mengawali kariernya sebagai pengusaha properti sejak 2011. Ia mulai dengan merenovasi rumah dan kemudian menjualnya kembali. Sebelum akhirnya terlibat dalam proyekproyek besar real estate dan menjadi Direktur Marketing di Takke Group sebuah perusahaan besar di sektor properti.
Selain berkiprah di dunia usaha, Bobby juga sempat menjadi manajer klub sepak bola Medan Jaya pada 2014 serta aktif di organisasi. Seperti Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai Wakil Ketua Umum di tingkat pusat, yang memperluas jaringan profesionalnya.
Karier Politik yang Menanjak
Bobby memulai perjalanan politiknya saat memutuskan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Medan pada Pilkada 2020 silam. Ia di usung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersama beberapa partai lain dalam koalisi. Mengalahkan petahana dan meraih 54,5 persen suara. Ia pun resmi menjabat sebagai Wali Kota Medan pada 26 Februari 2021, sebuah langkah besar dalam karier politiknya.
Namun dinamika politik tetap berjalan. Pada November 2023, Bobby di keluarkan dari PDIP setelah menyatakan dukungan kepada calon lain dalam Pemilu Presiden. Tak lama kemudian, ia bergabung dengan Partai Gerindra pada 2024. Sebuah langkah strategis menyusul persiapan politiknya di tingkat provinsi.
Gubernur Termuda di Indonesia
Puncak dari perjalanan politik Bobby datang ketika ia memutuskan maju dalam Pilkada Sumatera Utara 2024 sebagai calon gubernur. Berpasangan dengan politisi Surya sebagai calon wakil gubernur, pasangan ini memenangkan pertarungan politik melawan petahana dan meraih suara signifikan, yakni sebanyak 3,6 juta suara. Sehingga mereka resmi memimpin provinsi tersebut untuk periode 2025–2030.
Pada 20 Februari 2025, Bobby secara resmi dilantik menjadi Gubernur Sumatera Utara oleh Presiden di Istana Negara. Menjadikannya sebagai gubernur termuda yang menjabat di Indonesia pada saat itu, yaitu berusia sekitar 33 tahun.
Tantangan dan Fokus Kepemimpinan
Sebagai pemimpin daerah, Bobby tak hanya menjadi simbol perubahan generasi muda di pemerintahan, tetapi juga di tuntut menghadapi tantangan nyata dalam mengelola provinsi besar seperti Sumatera Utara. Isu pemerataan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, investasi. Hingga pelayanan publik menjadi fokus yang harus di tangani dalam masa jabatannya.
Dalam beberapa kebijakan, ia juga menunjukkan sifat tegas dalam urusan keuangan dan tata kota. Termasuk dorongan progresif terhadap sektor perbankan daerah melalui perubahan kepemimpinan di Bank Sumut. Yang di harapkan membawa kemajuan terhadap pengelolaan keuangan publik dan dukungan terhadap UMKM setempat.
Kehidupan Pribadi dan Pengaruh Keluarga
Perjalanan hidup Bobby juga di pengaruhi oleh hubungan pribadinya sebagai menantu Presiden Joko Widodo ia menikah dengan Kahiyang Ayu, anak kedua Jokowi. Pernikahan mereka pada 2017 menarik perhatian publik karena berlangsung dengan cukup besar dan menjadi sorotan media nasional.
Meski demikian, Bobby berusaha membangun karier politik yang independen dengan menunjukkan kinerja administratif langsung kepada masyarakat baik melalui pembangunan kota maupun kebijakan pemerintahan provinsi.